Metropolitanin8.com – Tangerang Selatan – Puluhan warga di Kelurahan Reni Jaya, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, diduga menjadi korban penipuan berkedok bantuan program Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Pelaku yang disebut bernama Mardianah, diduga meminta sejumlah uang dengan dalih biaya administrasi dan pengurusan bantuan.
Kronologi Kejadian
Salah satu korban, Andri (korban, nama samaran), menceritakan awal mula peristiwa ini. Ia mengaku dihubungi melalui pesan Facebook oleh seseorang yang menawarkan bantuan UMKM dari “Kementerian UMKM” pusat.
“Awalnya dia chat saya di Facebook, nawarin bantuan UMKM. Katanya ini bukan pinjaman tapi bantuan. Saya tertarik karena belum pernah dapat bansos,” ujar Andri, Selasa (11/11/2025).
Setelah beralih komunikasi ke WhatsApp, pelaku meminta sejumlah dokumen berupa foto KTP, KK, dan foto warung usaha. Tak lama kemudian, korban diminta mengirimkan uang sebesar Rp50.000 sebagai biaya administrasi tanpa survei.
“Dia bilang ini biaya admin tanpa survei, katanya dia bisa ngurus UMKM Jabodetabek. Saya transfer lewat aplikasi Dana atas nama Mardianah,” lanjut Andri.
Beberapa hari kemudian, pelaku kembali meminta tambahan Rp10.000 dengan alasan biaya materai untuk tanda tangan pejabat “sekjen kementerian”. Ia juga meminta korban untuk mencari peserta lain agar bisa ikut program yang sama.
Janji Palsu dan Pencairan yang Tak Kunjung Datang
Pelaku berjanji bahwa bantuan akan cair pada 31 Oktober 2025, namun hingga kini tak ada kabar lanjutan.
Korban mengaku sudah mencoba menghubungi pelaku, namun nomor telepon tidak aktif dan pelaku diduga pindah tempat.
“Sekarang saya malah dikejar ibu-ibu di sini yang minta uangnya dikembalikan. Padahal saya juga korban,” keluh Andri.
Berdasarkan pengakuan korban, jumlah orang yang sudah mengirimkan uang kepada pelaku diperkirakan mencapai 45 orang dengan total kerugian bervariasi antara Rp50.000–Rp150.000 per orang.
Pelaku Diduga Masih Memiliki Hubungan Keluarga
Andri menambahkan, pelaku yang mengaku bernama Mardianah ternyata masih memiliki hubungan keluarga dengannya.
“Dia sepupu saya sendiri, anak dari kakak bapak saya. Tapi tega banget, saya ini anak yatim piatu,” ungkapnya.
Banyak Korban Lain
Informasi yang diterima warga menyebutkan bahwa pelaku juga berpindah-pindah tempat tinggal karena banyak korban dari wilayah lain yang mulai mencari keberadaannya.
Warga berharap pihak kepolisian segera menelusuri kasus ini agar tidak semakin banyak masyarakat yang tertipu dengan modus serupa. (Redaksi)
Catatan Redaksi:
Bagi masyarakat yang pernah menerima tawaran bantuan UMKM dengan syarat transfer uang, disarankan untuk memastikan legalitas program melalui situs resmi Kementerian Koperasi dan UKM atau pemerintah daerah setempat, serta tidak mengirimkan uang atau data pribadi kepada pihak yang tidak jelas identitasnya.












