Jakarta, – Federasi Tinju Profesional Indonesia atau FTPI kembali menegaskan komitmennya untuk mencetak juara dunia baru dari Indonesia. Hal ini disampaikan dalam konferensi pers jelang penyelenggaraan Kejuaraan Tinju Nasional “Sabuk Emas Kapolri 2026, yang akan digelar pada 28 Agustus 2026 dan disiarkan langsung oleh TVRI. Selasa 18/08/2026
Ketua Umum FTPI, Neneng Astuti, SH. menyampaikan bahwa event ini bukan hanya soal pertandingan, tetapi juga soal masa depan atlet.
“Kita harus melihat jauh ke depan. Mudah-mudahan ke depannya pihak Kepolisian khususnya Bapak Kapolri bisa terus memberikan kontribusi lebih. Dengan dukungan itu kita optimis penyelenggaraan bisa berjalan sukses dan kita bisa melahirkan juara-juara dunia yang baru,” ujar Neneng Astuti, SH.
Apresiasi untuk Para Senior Penggerak Tinju Nasional
FTPI juga memberikan penghormatan tinggi kepada para senior yang selama ini konsisten memperjuangkan tinju profesional di Indonesia.
“Saya sangat respect dan hormat kepada senior saya Pak Yance, Bu Neneng, dan Pak Cosmas. Dalam hal ini beliau-beliau sudah luar biasa memperjuangkan dan menggelar pertandingan rutin di TVRI. Mudah-mudahan ke depannya pertandingan-pertandingan ini akan terus meningkat dan bisa kembali melahirkan juara dunia. Itu harapan saya,” ungkap *Rahman, Mantan Petinju Dunia*.
Menurut Rahman, Indonesia sudah banyak melahirkan petinju berbakat yang membawa nama besar negara. Namun tantangan terbesar ada pada masa depan atlet setelah masa jayanya.
Jaminan Masa Depan untuk Atlet Berprestasi
Rahman menyoroti pentingnya perhatian pemerintah terhadap nasib atlet setelah pensiun dari dunia tinju.
“Ada satu hal yang harus kita sikapi bersama. Walaupun sudah banyak lahir petinju berbakat yang mengharumkan nama bangsa, tapi masa depannya terkadang belum dipikirkan. Pemerintah perlu memberikan jaminan. Ketika ada petinju yang muncul dan menjadi juara ke depan, dia tidak kehilangan kesempatan. Pemerintah harus hadir, memperhatikan kesehatannya, pendidikannya, kehidupannya seperti apa ketika dia sakit,” tegasnya.
Ia mencontohkan kepedulian yang sudah mulai berjalan di lingkungan FTPI. “Contoh kemarin waktu kita adakan pertandingan, ada perhatian dari Ibu Ketua untuk perawatan kesehatan atlet. Bentuk-bentuk seperti ini yang kita sampaikan. Ke depan kami berharap pemerintah juga memperhatikan. Jangan hanya saat dia juara berkibar bendera Merah Putih, tapi ketika selesai bertanding lalu ditinggalkan.”
Rahman berharap momentum Hari Kemerdekaan ini menjadi titik awal lahirnya sistem pembinaan yang lebih manusiawi. “Ini kesempatan kita dengan ilmu terbaik untuk memberikan contoh bahwa ke depan petinju kita harus bekerja dengan tenang saat masa jayanya. Tanpa politik, tanpa tekanan. Murni untuk Merah Putih.”
FTPI Siap Gelar “Sabuk Emas Kapolri 2026”
Dari sisi pelaksana, FTPI memastikan seluruh persiapan Kejuaraan Nasional sudah berjalan sesuai rencana. Event ini akan mempertemukan petinju-petinju muda terbaik dari berbagai daerah binaan FTPI.
“Kita harus menggunakan momentum ini dengan baik. Tugas kita adalah membawa anak-anak ini agar bisa bertanding dengan cepat, baik, dan profesional. Kita akan melihat sama-sama informasi terkait Sabuk Emas Kapolri 2026 ini,” jelas Ketua Pelaksana.
Kejuaraan Sabuk Emas Kapolri 2026 dirancang sebagai ajang pembinaan sekaligus seleksi untuk pelatnas. FTPI berharap kejuaraan ini menjadi gerbang bagi lahirnya duta-duta tinju Indonesia di kancah internasional.
Harapan di Era Pemerintahan Baru
FTPI berharap di era kepemimpinan presiden RI Prabowo Subianto, olahraga tinju mendapat perhatian lebih besar, baik dari sisi pembinaan, kompetisi, maupun kesejahteraan atlet.
“Dengan sinergi antara federasi, Polri, pemerintah daerah, dan media seperti TVRI, kita yakin tinju Indonesia bisa bangkit lagi. Target kita jelas: melahirkan juara dunia baru yang berkarakter dan membanggakan bangsa,” tutup Neneng Astuti, SH.
Pewarta : Ros
Editor : Redaksi











