Wapres Pastikan Relokasi Aman bagi Korban Tanah Bergerak di Tegal

Metropolitanin8.com – Tegal – Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung kondisi pengungsi dan lokasi terdampak bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Jumat (06/02/2026).

Dalam kunjungannya, Wapres menegaskan bahwa keselamatan jiwa warga merupakan prioritas utama pemerintah. Ia meminta masyarakat untuk tidak memaksakan diri kembali ke rumah masing-masing karena kondisi tanah masih labil dan berpotensi menimbulkan bahaya lanjutan.

“Tadi saya naik motor melihat langsung lokasi. Aspal sudah terbuka dan tanah masih bergerak. Ini sangat berbahaya, rumah bisa roboh kapan saja. Saya minta Bapak dan Ibu jangan memaksakan diri kembali ke sana,” tegas Wapres di hadapan para pengungsi di Posko Pengungsian Majelis Az Zikir Wa Rotibain.

Wapres juga memberikan jaminan penuh kepada warga yang kehilangan dokumen penting akibat bencana, seperti sertifikat tanah, akta kelahiran, dan Kartu Keluarga (KK). Ia menginstruksikan instansi terkait agar proses penggantian dokumen dilakukan secara cepat dan tanpa mempersulit warga.

“Dokumen yang hilang nanti langsung diurus, satu hari jadi. Bapak dan Ibu tidak perlu risau,” ujarnya.

Selain itu, Wapres secara khusus menitipkan penanganan kelompok rentan kepada Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, meliputi lansia, ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, serta penyandang disabilitas. Ia menekankan pentingnya ketersediaan layanan kesehatan dan obat-obatan selama 24 jam di seluruh posko pengungsian.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan bahwa warga terdampak akan direlokasi ke tempat yang lebih aman dengan hunian yang telah disiapkan pemerintah.

“Panjenengan-panjenengan sudah disiapkan rumah yang nanti ditempati oleh Bapak-Ibu sekalian. Tempatnya sudah kami siapkan berikut rumahnya, gratis, tidak dipungut biaya,” ujarnya.

Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Luthfi juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang bersedia direlokasi demi keselamatan bersama.

Di kesempatan yang sama, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman melaporkan bahwa bencana tanah bergerak tersebut berdampak pada 464 rumah, dengan 250 unit di antaranya mengalami kerusakan berat. Saat ini, sebanyak 2.426 jiwa terpaksa mengungsi di empat posko utama.

“Tadi Mas Wapres sudah mengecek lokasi dan memastikan area tersebut sudah tidak aman. Kami telah menyiapkan rencana relokasi ke lahan milik Perhutani yang dinilai lebih stabil. Kami mohon dukungan perizinan dan bantuan pembangunan hunian sementara dari pemerintah pusat,” kata Bupati Ischak.

Di tengah kunjungan tersebut, kisah pilu juga datang dari Nur Halimah (35), salah satu warga terdampak. Ia menceritakan detik-detik rumahnya hancur akibat pergerakan tanah yang terjadi pada Selasa malam.

“Sekitar jam sembilan malam saya keluar rumah, tembok sudah hancur semua. Tanah merembes ke bawah, diinjak saja sudah tidak bisa,” tuturnya sambil menggendong anaknya yang berusia lima tahun.

Nur berharap pemerintah segera merealisasikan relokasi ke tempat yang aman agar keluarganya bisa pulih dari trauma.

Di sela peninjauan posko pengungsian, Wapres juga menyaksikan kegiatan trauma healing bagi anak-anak yang dilaksanakan oleh jajaran Polwan Polres Tegal, sebagai upaya memulihkan semangat dan rasa aman anak-anak pascabencana.

Salah seorang anak pengungsi, Ahmad Ubaidillah, siswa kelas V SD Padasari 01, mengaku telah tiga hari tinggal di pengungsian bersama keluarganya.

“Sudah sekitar tiga hari saya tinggal di pengungsian. Rumahnya nggak hancur, tapi miring ke atas, jadi nggak aman,” ucap Ahmad.

Meski berusaha tegar, Ahmad mengaku tetap merasa sedih harus meninggalkan rumahnya.

“Walaupun rumahnya nggak hancur, tetap sedih,” ujarnya lirih.

Pemerintah pusat dan daerah berkomitmen untuk terus mempercepat penanganan bencana, memastikan keselamatan warga, serta menyiapkan solusi relokasi yang aman dan layak bagi seluruh korban terdampak. (Met)