Warga RW 014 Cengkareng Timur Miliki Balai Warga Definitif, Jadi Pusat Seni dan Musyawarah

Metropolitanin8.com – Jakarta Barat – Setelah bertahun-tahun berpindah-pindah tempat untuk menjalankan aktivitas kepengurusan, warga RW 014 Kelurahan Cengkareng Timur, Jakarta Barat, kini akhirnya memiliki Balai Warga definitif, Sabtu (08/08/2026).

Peresmian sekaligus syukuran Balai Warga tersebut digelar pada 7 Juli 2026 dan dihadiri perwakilan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, serta warga setempat.

Ketua RW 014, Lili Sutarli, mengatakan keberadaan Balai Warga merupakan salah satu wujud visi dan misi kepengurusannya dalam menyediakan fasilitas bersama yang dapat dimanfaatkan seluruh masyarakat.

Menurutnya, sebelum memiliki gedung definitif, kantor RW kerap berpindah lokasi mengikuti pergantian kepengurusan.

“Selama ini setiap ganti kepengurusan, kantor RW ikut pindah. Ada di RT 1, pindah ke RT 4. Ini tidak boleh terus terjadi. Balai Warga ini milik seluruh warga RW 014, bukan milik pribadi RT, RW, atau saya. Ini untuk kita semua, untuk selama-lamanya,” ujar Lili.

Lili menjelaskan, lahan yang digunakan untuk pembangunan Balai Warga merupakan hibah dari pihak Perumnas. Proses pemanfaatan lahan tersebut juga telah dilengkapi surat pernyataan resmi.

Dokumen tersebut ditandatangani Ketua RT 01 hingga RT 16, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta para ustaz di lingkungan RW 014.

“Isi perjanjiannya jelas. Lahan ini hanya untuk kepentingan warga. Tidak boleh diperjualbelikan atau digunakan untuk bisnis pribadi,” tegasnya.

Keberadaan Balai Warga kini mulai dimanfaatkan sebagai pusat berbagai kegiatan masyarakat. Salah satunya untuk pengembangan seni dan budaya Betawi melalui Sanggar Tari Betawi Cengkareng Kembang.

Sanggar tersebut menggelar latihan dua kali dalam sepekan secara gratis. Para anggota sanggar juga dipersiapkan untuk tampil dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di tingkat RW.

Selain seni tari, Balai Warga juga digunakan sebagai tempat kegiatan Perguruan Silat Cimande yang menjadi salah satu wadah pembinaan pemuda melalui kegiatan olahraga dan bela diri.

Kegiatan sosial dan keagamaan juga rutin dilaksanakan. Setiap malam Sabtu, warga menggelar doa bersama dan syukuran sebagai bentuk kebersamaan sekaligus memohon kelancaran berbagai program masyarakat.

“Kami ingin menghidupkan kembali seni Betawi di wilayah kami. Tahun 2018 pernah bagus, sekarang kita mulai lagi dari sini. Biar anak-anak muda RW 014 punya identitas dan kebanggaan sendiri,” jelas Lili.

Ke depan, pengurus RW 014 menargetkan Balai Warga tidak hanya menjadi pusat kegiatan sosial, budaya, dan musyawarah, tetapi juga menjadi bagian dari peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Salah satu rencana yang tengah dipersiapkan adalah pengadaan mobil ambulans yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk membantu kebutuhan pelayanan kesehatan warga.

Lili mengatakan dirinya baru menjalankan sekitar dua tahun masa kepengurusan sehingga masih terdapat sejumlah program yang ingin diwujudkan.

“Saya baru berjalan dua tahun. Belum selesai satu periode. Tapi dengan dukungan pengurus dan warga, insyaallah Balai Warga ini akan terus berkembang. Ini bukti nyata bahwa RW 014 bisa mandiri dan punya ciri khas,” pungkasnya.

Sementara itu, pihak Kelurahan Cengkareng Timur melalui lurah menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat menghadiri kegiatan secara langsung lantaran memiliki agenda keluarga.

Meski demikian, pihak kelurahan tetap menyampaikan doa dan dukungan agar keberadaan Balai Warga RW 014 dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat.

Dengan adanya Balai Warga definitif, RW 014 Cengkareng Timur diharapkan memiliki pusat kegiatan yang dapat menjadi ruang bersama bagi masyarakat untuk bermusyawarah, mengembangkan seni dan budaya, membina generasi muda, serta memperkuat kepedulian sosial.

Penulis: Ros