METROPOLITANIN8.COM | LEBAK,— Di tengah pesatnya perkembangan zaman, masyarakat Baduy tetap memegang teguh nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini tampak nyata dalam pelaksanaan rangkaian acara pernikahan yang digelar di Kampung Kaduketug RT 03/RW 01, Kelurahan Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.
Tanpa adanya unsur paksaan, ibu-ibu dan para remaja Baduy terlihat antusias bahu membahu mempersiapkan segala keperluan untuk acara pernikahan. Segala pekerjaan, mulai dari menyiapkan perlengkapan hingga urusan konsumsi, dikerjakan bersama-sama dengan penuh kesadaran dan keikhlasan.
“Semua dilakukan berdasarkan inisiatif masing-masing, bukan karena perintah atau tekanan siapa pun. Kami terbiasa untuk saling membantu. Ini sudah menjadi bagian dari hidup kami sebagai masyarakat Baduy,” ujar Pak Jamal, salah satu tokoh adat Baduy yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Pak Jamal sendiri mengaku bahwa dirinya hanyalah masyarakat biasa, meski sering disebut sebagai tokoh masyarakat. Baginya, keterlibatan dalam kegiatan sosial dan adat adalah bentuk tanggung jawab bersama, bukan beban personal.
“Mengerjakan sesuatu bersama-sama membuat segalanya menjadi lebih ringan. Kebersamaan adalah kunci dari kekuatan kami, baik dalam urusan adat, lingkungan, maupun aktivitas sehari-hari. Selama kita bersatu, insya Allah semua akan berjalan dengan lancar,” ujarnya bijak.
Ia juga menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan dalam menjaga tatanan budaya dan adat istiadat Baduy. Menurutnya, baik secara hukum maupun secara moral, semangat kolektif adalah fondasi utama dalam membangun komunitas yang kuat, harmonis, dan mandiri.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa nilai-nilai luhur seperti gotong royong, kepedulian sosial, dan rasa tanggung jawab bersama masih hidup dan terpelihara dengan baik di tengah masyarakat adat Baduy.
(Redaksi | Agus Bobi)














