Metropolitanin8.com – Tangerang – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 di wilayah Banten, khususnya Tangerang, menuai kritik keras. Aktivis sosial dan pendidikan, Mohamad Jembar, menilai SPMB tahun ini sarat manipulasi dan rekayasa yang dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan masif. Akibatnya, rakyat kecil semakin tersingkir dari akses pendidikan yang adil.
“SPMB 2025 bukan cuma cacat, tapi sudah jadi lahan subur kejahatan intelektual. Masyarakat kecil dikorbankan demi ambisi segelintir orang yang haus kekuasaan di dunia pendidikan,” kecam Jembar, Sabtu (05/07/25).
Modus Rekayasa SPMB 2025
Jembar membeberkan sejumlah praktek curang yang menurutnya sudah menjadi rahasia umum:
- Rekayasa nilai rapor untuk lolos seleksi
- Manipulasi domisili agar diterima di sekolah favorit
- Titipan terselubung berkedok pemesanan bangku
- Evaluasi akademik yang penuh intervensi
“Ini kejahatan berjamaah. Sistem SPMB 2025 seolah diciptakan untuk menyingkirkan anak-anak dari keluarga miskin, lalu memberi karpet merah bagi yang punya akses dan kuasa,” tambahnya.
Desak Evaluasi Total
Jembar mendesak Dinas Pendidikan segera turun tangan: ✅ Lakukan audit dan evaluasi menyeluruh terhadap SPMB 2025
✅ Bongkar semua praktek kecurangan hingga ke akar-akarnya
✅ Terapkan seleksi transparan, adil, dan diawasi publik
“SPMB ini bukan soal seleksi biasa. Ini tentang masa depan anak-anak bangsa. Kalau sistem rusak kita biarkan, maka kita semua yang sesungguhnya gagal mendidik negeri ini,” tegas Jembar.
Ia juga mengingatkan, tanpa sosialisasi yang nyata dan merata, warga miskin akan terus jadi korban kebijakan yang pincang. (Dadang Careuh/Tim)














