Metropolitanin8.com – Kota Tangerang – Panitia bersama warga Kampung Kosong RT 01 RW 04, Kelurahan Panunggangan, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriyah/2026 Masehi dengan penuh khidmat dan kebersamaan, Minggu (18/01/26).
Kegiatan keagamaan ini menjadi momentum refleksi atas perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW, yang mengandung pesan kuat agar umat Islam terus melangkah ke arah yang lebih baik, meningkatkan keimanan, serta memperkuat kepedulian sosial di lingkungan masing-masing.
Ketua Panitia, H. Maksum, menyampaikan bahwa peringatan Isra Mi’raj bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan sarana mempererat silaturahmi dan menjaga harmoni warga.
“Perjalanan Isra Mi’raj mengajarkan kita disiplin ibadah, akhlak mulia, dan kebersamaan. Nilai-nilai ini penting terus kita rawat di lingkungan,” ungkapnya.
Acara diisi tausiyah oleh Kyai Sebret, yang menekankan makna shalat sebagai perintah langsung dari Allah SWT melalui peristiwa Isra Mi’raj, sekaligus fondasi pembentukan moral dan keteladanan dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Kelurahan Panunggangan, USIN, S.IP., yang memberikan apresiasi atas kekompakan warga dan panitia dalam menyelenggarakan kegiatan keagamaan secara swadaya.
Namun demikian, di sela kegiatan, sejumlah warga menyampaikan aspirasi dan pertanyaan terkait ketidakhadiran Lurah Panunggangan. Warga menyebutkan bahwa undangan kegiatan di lingkungan RT 01 RW 04 telah beberapa kali disampaikan secara resmi, namun lurah tidak pernah hadir dalam setiap kegiatan kemasyarakatan yang digelar.
“Setiap ada kegiatan, lurah selalu kami undang, tapi sampai sekarang belum pernah hadir. Warga tentu mempertanyakan,” ujar salah satu warga, yang meminta agar aspirasinya disampaikan secara terbuka dan konstruktif.
Warga berharap ke depan adanya perhatian dan kehadiran langsung pimpinan wilayah dalam kegiatan kemasyarakatan, sebagai bentuk kedekatan pelayanan serta penguatan komunikasi antara pemerintah kelurahan dan masyarakat.
Peringatan Isra Mi’raj ini ditutup dengan doa bersama, dengan harapan nilai-nilai spiritual yang disampaikan dapat menjadi penguat persatuan, sekaligus mendorong terbangunnya sinergi yang lebih baik antara warga dan aparatur pemerintahan setempat. (Red)











