Aksi Warga Galeong di Depan PT DAP: Butuh Bukti, Bukan Janji!

“Perwakilan FWGB diterima manajemen PT. DAP bersama aparat dan unsur Muspika untuk membahas tuntutan warga terkait CSR dan rekrutmen tenaga kerja.”

 

 

Metropolitanin8.com – Kota Tangerang – Puluhan warga yang tergabung dalam Forum Warga Galeong Bersatu (FWGB) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung PT. Duta Abadi Primantara (DAP), Kelurahan Margasari, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Kamis (02/10/25).

Aksi yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini diikuti sekitar 50 orang massa dengan pimpinan aksi, Lukman Fidriansyah, S.Pd., S.H. Mereka mendesak PT. DAP lebih peka terhadap persoalan sosial warga sekitar, khususnya soal lapangan kerja dan transparansi program Corporate Social Responsibility (CSR).

Aparat gabungan Polres Metro Tangerang Kota, Polsek Karawaci, TNI, dan Satpol PP melakukan pengamanan aksi FWGB di depan PT. DAP.

Dalam aksinya, FWGB menegaskan tiga poin tuntutan utama, yakni:

1. Membuka lapangan kerja yang layak dengan memprioritaskan pemuda dan warga sekitar.

2. Ikut berpartisipasi dalam dinamika sosial masyarakat, termasuk pesta demokrasi di lingkungan warga.

3. Menjalankan CSR secara transparan, tepat sasaran, dan berdampak nyata bagi masyarakat Galeong.

Massa aksi membawa berbagai spanduk bertuliskan kritik, seperti “CSR bukan belas kasihan tapi hak warga dan kewajiban pabrik”, “Butuh bukti bukan janji”, serta “Pengangguran warga lokal terus diabaikan”.

Aksi dimulai dengan orasi dari perwakilan warga, tokoh masyarakat, hingga calon RW setempat. Mereka menyoroti banjir yang kerap melanda, sulitnya akses kerja bagi warga Galeong, serta CSR yang dinilai hanya formalitas.

“Kami sudah berulang kali meminta perusahaan berkontribusi, tapi jawabannya selalu tidak jelas. Kalau tidak ada tanggapan, jalan ini akan kami portal,” tegas Lukman dalam orasinya.

Pengamanan dilakukan aparat gabungan dari Polres Metro Tangerang Kota, Polsek Karawaci, Satpol PP, TNI, hingga security perusahaan.

Sekitar pukul 10.50 WIB, perwakilan massa diterima oleh manajemen PT. DAP bersama unsur Muspika dan kepolisian. HRD Manager PT. DAP, Lukas, menegaskan bahwa rekrutmen tenaga kerja dilakukan sesuai kebutuhan, sementara informasi lowongan kerja disampaikan melalui RW setempat.

Ia juga menyebut perusahaan rutin menjalankan CSR, mulai dari kegiatan keagamaan, bantuan gerobak sampah, hingga pelaporan audit lingkungan ke Dinas Lingkungan Hidup. “Hari ini akan kami siapkan draft MOU untuk diajukan ke pimpinan,” jelas Lukas.

Namun, FWGB menolak rancangan awal MOU tersebut. Mereka menilai kontribusi perusahaan belum maksimal dan komunikasi dengan warga masih sangat minim.

Meski sempat dilakukan pertemuan lanjutan hingga sore, kesepakatan terkait draft MOU tidak tercapai. Warga tetap menolak hasil rancangan perusahaan.

Aksi unjuk rasa akhirnya berakhir sekitar pukul 18.15 WIB dalam keadaan aman dan kondusif dengan pengawalan aparat keamanan.

FWGB menegaskan bahwa unjuk rasa ini merupakan bentuk kekecewaan warga Galeong yang sudah puluhan tahun merasa diabaikan oleh PT. DAP. Mereka menilai perusahaan belum menunjukkan kepedulian sosial yang seharusnya menjadi kewajiban moral dan hukum terhadap lingkungan sekitar. (Red)