Metropolitanin8.com – Kota Tangerang – Masalah sampah masih menjadi tantangan besar di berbagai wilayah, termasuk di Kota Tangerang. Tumpukan sampah yang berserakan, penempatan tidak teratur, dan kebiasaan membuang sampah sembarangan membuat lingkungan tampak kumuh dan tak nyaman.
Namun, berbeda dengan sebuah kampung kecil di wilayah Panunggangan, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. Kampung yang dikenal dengan nama Kampung Kosong, RT 01 RW 04 ini justru jadi contoh nyata kepedulian warga terhadap kebersihan lingkungan, Senin (07/07/25).
Menurut keterangan salah satu warga, program ini sudah berjalan sejak Januari 2025 dan digagas oleh Ketua RT 01, Junaedi, yang akrab disapa Bang Agay.
“Program pengangkutan sampah dari rumah ke rumah ini ternyata dikelola secara swadaya oleh warga. Setiap keluarga, di RT 01 RW 04 sepakat untuk memberikan iuran kebersihan secara rutin demi mendukung operasional petugas kebersihan yang telah ditunjuk,” kata Warga RT 01.
Uniknya, di kampung ini tak ada lagi pemandangan sampah berserakan. Semua warga kompak tidak membuang sampah sembarangan. Hal ini karena mereka telah menjalankan program pengangkutan sampah langsung dari rumah ke rumah oleh petugas kebersihan lingkungan setempat.
“Kami patungan setiap bulan. Jumlahnya tidak besar, tapi cukup untuk operasional petugas dan alat kebersihan,” ujar warga yang mendukung penuh program ini.
Junaedi yang akrab disapa Bang Agay ketua RT 01 RW 04 mengatakan program ini kemudian disosialisasikan dan dibahas dalam musyawarah warga hingga menjadi kesepakatan bersama.
“Alhamdulillah, warga sangat mendukung. Kita ingin kampung ini tetap bersih dan nyaman,” ujar Bang Agay saat ditemui tim Metropolitanin8.com.
Dengan sistem ini, warga merasa lebih terlibat dan bertanggung jawab.
“Mereka juga merasa nyaman karena tidak perlu repot membawa sampah ke TPS atau melihat tumpukan sampah di sudut jalan,” kata Agay Ketua RT 01.
Menurut data RW, sejak program ini dijalankan, tingkat kebersihan lingkungan meningkat drastis. Tidak hanya itu, warga menjadi lebih peduli pada pengelolaan sampah organik dan non-organik, serta mulai membiasakan memilah sampah dari rumah.
“Anak-anak juga jadi belajar menjaga kebersihan. Mereka terbiasa tidak membuang bungkus jajan sembarangan. Ini perubahan yang sangat baik,” tambah Bang Agay.
Keberhasilan Kampung Kosong ini bisa dijadikan percontohan oleh kelurahan dan kecamatan lain di Kota Tangerang. Program berbasis warga ini dinilai efektif, efisien, dan memperkuat gotong royong sebagai budaya masyarakat.
“Kami siap berbagi pengalaman jika wilayah lain ingin menerapkan program yang sama. Intinya, semua harus mau bergerak bersama,” tutup Bang Agay dengan optimis. (Redaksi).













