Taman Kota 1 BSD Dikeluhkan, Toilet Mampet PJU Padam

Metropolitanin8.com – Tangerang Selatan – Kondisi sejumlah fasilitas umum di Taman Kota 1 BSD, Serpong, Kota Tangerang Selatan, dikeluhkan warga dan pengunjung. Persoalan mulai dari toilet yang disebut mampet, lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) padam, hingga sejumlah fasilitas yang dinilai tidak terawat.

Pantauan awak media di lokasi pada Minggu 4 Oktober 2026 menunjukkan sejumlah fasilitas di kawasan Taman Kota 1 BSD membutuhkan perhatian dan pemeliharaan.

Kondisi tersebut juga dikeluhkan pengunjung karena fasilitas umum yang semestinya menunjang kenyamanan masyarakat justru disebut tidak berfungsi secara optimal.

Taman Kota 1 BSD memiliki tiga titik toilet. Setiap titik terdiri dari tiga ruangan, yakni toilet wanita, toilet pria, dan toilet disabilitas. Dengan demikian, terdapat sembilan ruangan toilet.

Namun berdasarkan pantauan di lapangan, disebutkan hanya satu ruangan pada setiap titik yang dapat digunakan. Sementara dua ruangan lainnya dalam kondisi tertutup dengan alasan mengalami masalah pada saluran atau mampet.

“Toiletnya bau, mampet. Dari tiga pintu cuma satu yang dibuka. Kalau pengunjung banyak jadi antre panjang, apalagi ibu-ibu sama anak kecil,” ujar salah seorang pengunjung.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena toilet merupakan salah satu fasilitas dasar yang dibutuhkan pengunjung, khususnya keluarga yang membawa anak-anak.

Selain persoalan toilet, sejumlah lampu PJU di kawasan taman juga dilaporkan tidak menyala. Kondisi tersebut terutama menjadi sorotan ketika kawasan taman mulai memasuki malam hari.

Gapura pintu masuk Taman Kota 1 BSD juga terlihat membutuhkan perawatan. Kondisi fisik yang kusam menjadi perhatian pengunjung mengingat gapura merupakan bagian dari wajah kawasan taman.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai pemeliharaan fasilitas yang berada di kawasan ruang terbuka hijau tersebut, termasuk bagaimana pengelolaan dan perawatan fasilitas dilakukan secara berkala.

Fasilitas lain yang menjadi sorotan adalah aviary atau taman burung serta jembatan gantung yang menghubungkan akses belakang Taman Kota 1 BSD dengan kawasan Sekolah Islam Al-Azhar BSD.

Di lokasi aviary, pengunjung disebut hanya dapat melihat satu ekor burung yang menurut keterangan warga merupakan sumbangan masyarakat sekitar.

Sementara jembatan gantung yang sebelumnya menjadi salah satu akses pengunjung kini dilaporkan mengalami kerusakan dan tidak digunakan. Akses menuju pintu belakang pun disebut ditutup.

“Sayang banget, aviary-nya kosong, jembatannya rusak. Padahal dulu bagus buat foto-foto anak sekolah Al-Azhar yang mau ke taman. Sekarang serem,” keluh seorang warga.

Kondisi fasilitas tersebut juga dikaitkan warga dengan menurunnya minat sebagian pengunjung untuk datang ke kawasan taman.

Dampaknya turut dirasakan juru parkir dan pelaku UMKM yang menggantungkan aktivitas ekonominya dari keramaian pengunjung.

“Wajar parkir sepi, orang malas ke sini. Mau buang air saja susah, toilet mampet. Malam juga gelap karena PJU mati,” ujar salah seorang juru parkir.

Keluhan tersebut menjadi perhatian karena keberadaan ruang terbuka publik tidak hanya berkaitan dengan fungsi rekreasi, tetapi juga aktivitas ekonomi masyarakat di sekitarnya.

Atas kondisi tersebut, warga berharap Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui dinas terkait segera melakukan pemeriksaan dan perbaikan terhadap fasilitas yang mengalami kerusakan.

Sejumlah hal yang menjadi perhatian warga antara lain:

  1. Pemeriksaan dan perbaikan fasilitas toilet yang dilaporkan mengalami masalah.
  2. Perbaikan lampu PJU yang tidak berfungsi.
  3. Perawatan dan pembenahan gapura pintu masuk.
  4. Penataan kembali aviary agar dapat difungsikan secara optimal.
  5. Pemeriksaan dan perbaikan jembatan gantung yang menjadi akses menuju pintu belakang.
  6. Evaluasi pengelolaan dan pemeliharaan fasilitas Taman Kota 1 BSD.

Warga juga meminta pemerintah melakukan pemeriksaan terhadap dokumen perencanaan, pelaksanaan, serta pemeliharaan fasilitas apabila memang terdapat pekerjaan pembangunan atau rehabilitasi yang menggunakan anggaran pemerintah.

Langkah tersebut dinilai penting agar masyarakat mengetahui bagaimana fasilitas publik dibangun, dipelihara, dan dipertanggungjawabkan penggunaannya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga dan kondisi sejumlah fasilitas di Taman Kota 1 BSD.

Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada DLH Kota Tangerang Selatan maupun pihak pengelola Taman Kota 1 BSD sesuai prinsip keberimbangan dan ketentuan pers yang berlaku.

Penulis: Redaksi
Editor: Pamungkas
Sumber: Pantauan Lapangan dan Keterangan Warga

Kategori: Investigasi, Tangerang Selatan, Infrastruktur, Lingkungan

Loading